Pemanasan

Pemanasan merupakan salah satu bagian dasar dari program permulaan yang terdiri dari sekelompok aktivitas fisik yang dilakukan pada saat hendak melakukan latihan (Mariyanto,2005). Menurut Joe Luxbacher (2004:1) menyatakan bahwa pemanasan berguna untuk menghangatkan suhu otot, melancarkan peredaran aliran darah dan memperbanyak aliran oksigen ke dalam tubuh, memperbaiki kontraksi otot dan kecepatan gerakan refleks, dan juga untuk mencegah kejang otot. Pendapat lain, pemanasan digunakan untuk meningkatkan suhu tubuh otot (lokal) atau suhu keseluruhan tubuh dalam rangka untuk menyiapkan tubuh menuju aktivitas yang lebih berat (Shellock & Prentice, 1985).

MANFAAT PEMANASAN

Pemanasan perlu dilakukan karena sistem organisme pada waktu istirahat memiliki inersia (kecenderungan untuk menolak terhadap gerak) tertentu dan seseorang hendaknya tidak membiarkan efisiensi fungsinya ditingkatkan secara tiba - tiba (Ozolin, 1971).  

Secara fisiologis, pemanasan meningkatkan kapasitas kerja organisme melalui augmentasi sistem syaraf otonom, yang selanjutnya proses metabolisme secara menyeluruh akan terjadi dengan lebih cepat. Akibatnya, aliran darah akan meningkat, suhu tubuh naik dan ini akan merangsang pusat persarafan, sehingga dapat mengakibatkan peningkatan suplai oksigen pada organisme. Peningkatan suplai oksigen akan melebarkan potensi organisme untuk melakukan kerja secara lebih efektif.
Sebuah teori menjelaskan apabila seseorang melakukan latihan dinamis pada temperatur tubuh yang berbeda, kemampuan kerja fisiknya cenderung meningkat pada temperatur tubuh yang lebih tinggi.
Manfaat fisiologis lain dari pemansan :
  • Meningkatkan laju metabolik (pada titik sekuler) dengan cara menurunkan tingkat kritis untuk terjadinya reaksi kimia yang penting. Hal ini berarti penggunaan substrat akan efisien. 
  • Mempercepat dan menyempurnakan disosiasi (pemisahan senyawa menjadi partikel ion yang lebih kecil) oksigen dari hemoglobin.
  • Memperbesar pelepasan oksigen dari miolobin .
  • Mengurangi kekentalan protoplasma otot sehingga meningkatkan efisiensi mekanis.
  • Mempercepat dan menguatkan kontraksi otot. 
  • Memperbesar kepekaan reseptor syaraf dan kecepatan transmisi dari impuls syaraf.

Ditinjau dari aspek psikologis, pemansana juga memberikan beberapa dampak kepada atlet, antara lain :
  • Atlet yang melakukan pemanasan cenderung lebih siap mental untuk menghadapi event tersebut. 
  • Pemanasan merupakan area yang tepat untuk mengurangi tingkat kecemasan atlet. 
  • Pemanasan mampu meningkatkan konsentrasi atlet. 

Peningkatan temperatur jaringan yang dihasilkan selama pemansan akan mengurangi kejadian dan kemungkinan cedera pada otot.
  •  Otot yang tidak panas, volume darahnya rendah sehingga lebih rentan terhadap cedera atau kerusakan dibanding dengan otot yang memiliki volume darah yang tinggi. 
  • Luas gerak sekitar sendi juga meningkat pada temperatur yang lebih tinggi karena meningkatnya ekstensibilitas dari tendon, ligamen, dan jaringan ikat yang lain. 
TIPE PEMANASAN

Pemanasan yang efektif, dimulai dari intenstias rendah ke menengah serta dalam waktu yang relatif lama. Pemanasan dikelompokkan kedalam beberapa jenis, antara lain :
  1. Pemanasan Umum (General Warm-up) --> Pemanasan umum berisi aktivitas fisik yang bersifat ringan, biasanya dilakukan sekitar 5 - 10 menit hingga menghasilkan sedikit indikasi keringat pada tubuh. Tujuan dari pemanasan umum adalah untuk meningkatkan denyut jantung per menit dan jumlah respirasi permenit.
  2.  Peregangan Statis (Static Stretching) --> Peregangan statis harus mencangkup keseluruhan otot tubuh. Peregangan berdampak pada peningkatan kelenturan otot, ligamen, dan tendo, sehingga Range of Movement akan meningkat dan menurunkan resiko cedera. 
  3. Pemanasan Khusus (Sport Specific Warm-Up) --> Pemanasan khusus merupakan pemanasan yang digunakan untuk meningkatkan kemampuan atlet berdasarkan olahraga yang akan dilakukannya. Pemanasan khusus melibatkan latihan tertentu yang gerakannya sama dengan kejadian yan sesungguhnya, tetepi intensitasnya dikurangi. Pemanasan khusus berkonsentrasi pada otot syaraf dibagian tubuh yang akan digunakan pada aktivitas selanjutnya yang lebih keras.  
  4. Peregangan Dinamis. 
(Walker, 2007)


0 komentar:

Posting Komentar