Manfaat Latihan Terhadap "Low Back Pain"

Low Back Pain merupakan penyakit ke dua yang paling sering di jumpai di Amerika setelah sakit kepala. Setiap tahunnya, sekitar 50 miliar dollar (total) telah dikeluarkan untuk mengatasi penyakit ini, baik untuk treatment terapi, pengobatan, hingga operasi.

Low Back Pain (LBP) merupakan perasaan nyeri yang timbul pada bagian tulang belakang. Terdapat beberap jenis penyebab yang mampu menimbulkan nyeri pada tulang belakang, antara lain :
Bulging Disc : Dimana piringan Intervertebral mendapatkan tekanan yang berakumuluasi sehingga menyebabkan penekanan pada bagian yang terdapat pusat saraf. Sehingga tekanan pada pusat syaraf memicu munculnya nyeri. Penelitian menyebutkan bahwasannya penyebab Low Back Pain jenis ini banyak terjadi pada bagian lumbar dan spinal.
Spinal Degeneration  Merupakan kerusakan spinal diakibatkan karena usia. Biasanya spinal mengalami pengeroposan sehingga menyebabkan penenkanan pada syaraf yang ada di dalam spinal.


Latihan merupakan cara paling tepat dan cepat yang dapat digunakan untuk recovery dari penyakit Low Back Pain. Metode latihan diberikan dengan peningkatan kekuatan pada otot - otot disekitar tulang belakang dan bagian perut.
Sebuah program yang berisi rutinitas latihan akan diberikan untuk program pengelolaan tulang belakang. Program tersebut berisi latihan peregangan, berenang,berjalan, dan terapi dengan metode permainan yang bertujuan untuj meningkatkan koordinasi dan pengembangan postur tubuh yang sesuai pada pasien.

Selain untuk rehabilitasi nyeri punggung, latihan juga dapat dimanfaatkan untuk mengelola kondisi punggung agar penyakit seperti Low Back Pain tidak muncul kembali. Latihan untuk mengelola kondisi punggung berisi latihan low Impact sepert berjalan cepat,  berenang, Bersepeda stasioner 30 menit setiap hari. Yoga juga merupakan jenis latihan yang dapt digunakan untuk menguatkan batang tubuh dan secara bersamaan mengelola postur tubuh secara baik.

Berikut beberapa tips untuk menjaga punggung anda :
  1. Upayakan selalu melakukan penguluran sebelum latihan atau aktivitas berat lainnya. 
  2. Kurangi posisi membungkuk baik pada saat berdiri maupun duduk
  3. Berhenti merokok. merokok mengurangi aliran darah menuju spinal. sehingga meningkatkan resiko degenerasi pada spinal. 
  4. Jika pekerjaan anda mengharuskan anda duduk dalam waktu yang lama, sesekali sempatkan untuk sekedar berdiri, mengubah posisi atau melakukan peregangan pada tulang belakang.  

Durasi Latihan Menentukan Kualitas Fisik dan Psikis

Sebuah penelitian dilaksanakan kepada 1.200 responden selama periode 2009 - 2010. Responden merupakan remaja dengan kisaran usia 16 - 20 tahun. Penelitian ditujukan untuk mengetahui seberapa banyak mereka melakukan latihan dalam seminggu yang memberikan dampak baik bagi fisik dan psikis.


 Metode pengukuran kualitas mental dan fisik, menggunakan metode pengukuran dari WHO dengan menggunakan skala 0 - 25 dimana skala dibawah 13 berarti "buruk".





 
Durasi latihan responden dibagi kedalam empat kelompok, yakni :
  1. Rendah : 0-3.5. jam/minggu
  2. Sedang : 3.6-10.5 jam/minggu
  3. Tinggi : 10.6-17.5 jam/minggu
  4. Sangat Tinggi : 17.5 lebih
Dari 1.200 responden, diperoleh daftar durasi latihan sebagai berikut :
  1. Rendah : 35%
  2. Sedang : 41.5%
  3. Tinggi : 18.5%
  4. Sangat Tinggi : 5%
Hasilnya, kelompok responden yang masuk kategori durasi latihan rendah dan sangat tinggi memiliki resiko dua kali lebih tinggi dari biasanya untuk mendapatkan score dibawah 13. Disamping itu, responden dalam durasi latihan tinggi, 50% mendapatkan score di bawah 13.

Dari data diatas dapat ditarik kesimpulan, bahwa durasi latihan yang dianjurkan bagi anak usia 16 - 20 tahun adalah 14 - 17.5 jam.minggu.