10 Manfaat Berenang

Berenang merupakan salah satu jenis olahraga yang sangat populer di masyarakat. Bahkan banyak anak muda sering memilih berenang sebagai momen hang-out mereka. Namun, sudah tahukah anda bahwa berenang merupakan olahraga yang memiliki banyak manfaat bagi tubuh?

Dalam artikel "10 manfaat Berenang" ini akan kami bahas mengenai manfaat berenang bagi kesehatan jasmani dan rohani manusia.

1. Berenang membuat kita lebih panjang umur
 Berdasarkan penelitian oleh University of South Carolina, ditemukan bahwa orang yang berenang memiliki 50% rata-rata kematian lebih rendah dibanding orang yang berolahraga jenis lain seperti berlari, berjalan, atau orang yang tidak berolahraga.
berenang 

2. Berenang menurunkan risiko diabetes
Bagi penderita diabetes tipe 1, berenang sangat bermanfaat karena dengan berenang sensitifitas kerja insulin akan meningkat, sehingga metabolisme glukosa dapat kembali lancar. Sedangkan untuk diabetes melitus tipe 2, berenang sama halnya dengan olahraga aerobik yang lain, mampu mengikis lemak yang berada disekitar reseptor insulin sehingga reseptor mampu bekerja lebih optimal.

3. Meningkatkan keseimbangan kadar kolesterol
Berenang mampu menyeimbangkan kadar kolesterol dalam tubuh manusia. Berenang telah terbukti mampu meningkatkan High Density Lipoprotein (HDL) atau yang lebih sering kita kenal dengan kolesterol baik. Kenapa disebut kolesterol baik? Karena untuk setiap 1 persen (%) peningkatan kadar HDL dalam tubuh, berarti pula menurunkan 3,5% risiko kematian akibat penyakit jantung.

4.Berenang menurunkan gejala asma 
Berenang memberikan kesempatan untuk melakukan latihan di dalam air yang manan mampu mengelola gejala asma.

5. Berenang mampu mengelola berat badan 
Berenang meerupakan salah satu jenis olahraga yang membutuhkan tenaga (kalori) sangat tinggi. Setiap 10 menit berenang:
  • Gaya dada mampu membakar 60 kalori 
  • Gaya punggung mampu membakar 80 kalori 
  • Gaya Bebas mampu membakar 100 kalori 
  • Gaya kupu-kupu mampu membakar 150 kalori 
6. Berenang mampu mengelola kondisi jantung 
Berenang terbukti meningkatkan meningkatkan efisiensi kerja jantung dalam memompa darah, meningkatkan aliran darah pada seluruh tubuh, dan dapat melawan inflamasi tubuh.

7.  Meningkatkan fleksibilitas sendi dan ligamen 
Berenang mebuat tubuh bekerja dalam ROM maksimal sehingga baik untuk fleksibilitas persendian dan ligamaen. Setiap kayuhan dalam setiap gaya berenang membuat kita berusaha meraih ke depan, gerakan tersebut sangat baik untuk fleksibilitas sendi dan ligamen.

8. Meningkatkan kekuatan otot
Air merupakan partikel yang memiliki tahanan tersendiri. Setiap gerakan yang dilakukan dalam berenang merupakan gerakan yang melawan tahanan air. Gerakan melawan tahanan tersebut baik untuk meningkatkan kekuatan otot.

9. Mengelola otot yang cedera 
Berenang merupakan kegiatan yang mampu meningkatkan kekuatan dan mengelola kondisi otot, namun tidak memiliki dampak beban yang tinggi pada persendian. Sehingga, berenang sering digunakan sebagai metode untuk pengelolaan cedera otot maupun persendian.

10. Berenang meningkatkan IQ pada anak
Hasil penelitian di Melbourne, Australia, menunjukkan secara statistis IQ anak-anak yang diajarkan berenang sejak bayi lebih tinggi ketimbang anak-anak yang tak diajarkan berenang atau diajarkan berenang setelah usia 5 tahun. Anak-anak tersebut diukur IQ-nya ketika mereka berusia 10 tahun. Tak hanya itu, pertumbuhan fisik, emosional dan sosialnya pun lebih baik.


Penyakit Jantung Koroner (PJK)

Mungkin sebagian besar masyarakat telah sering mendengar mengenai penyakit jantung (sakit jantung). Namun, penyakit jantung sendiri terdiri dari beberapa jenis, salah satunya adalah penyakit jantung koroner.

Penyakit jantung koroner (PJK) merupakan penyakit (kelainan) jantung yang disebabkan oleh adanya proses aterosklerosis atau spasme dan/atau kombinasi keduanya sehingga mengakibatkan penyempitan dan penyumbatan pada arteri koronaria yang bertugas mengalirkan darah menuju jantung.



Jadi seperti itu,,, lantas, apakah penyakit tersebut berbahaya?

Diisi dampak penyempitan arteri koronaria.

Berdasarkan data WHO (2011) bahwa penyakt jantung koroner (PJK) atau sering disebut dengan penyakit jantung iskemik telah menyebabkan 17,5 juta atau setara dengan 30% kasus kematian diseluruh dunia. Di Amerika, 550.000 orang meninggal setiap tahunnya akibat penyakit jantung koroner. Sedangkan di Indonesia penyakit jantung koroner menempati urutan ke-5 sebagai penyebab kematian terbanyak diseluruh rumah sakit di Indonesia dengan jumlah kematian mencapai 2.557 orang.

Bagaimana bisa kita terkena jantung koroner ?

Terdapat beberapa faktor risiko yang dapat memicu terjadinya jantung koroner (PJK). Faktor risiko tersebut antara lain usia, jenis kelamin, merokok, hipertensi, obesitas, dan diabetes melitus. Fakvor risiko tersebut mengakibatkan kerusakan pada lapisan endotel pembuluh darah. Kerusakan tersebut mengakibatkan kematian sel endotel sehingga tubuh merespon dengan respon inflamasi. Respon inflamasi menghasilkan plak pada pembuluh darah koroner dan mengakibatkan aliran darah menjadi berkurang/iskemi miokard dan terjadilah serangan jantung.


Lalu, supaya tidak menderita jantung koroner apa yang harus dilakukan ?

Berdasarkan beberapa faktor risiko yang telah dijelaskan di atas, beberapa perubahan sangat diharapkan untuk menghindarkan kemungkinan penyakit jantung koroner.


Faktor Risiko dan Perubahan yang Diharapkan
Merokok
→ Berhenti total. Tidak terpapar pada lingkungan perokok
Kontrol tekanan darah
→ tekanan darah < 140/90 mm Hg; < 130/80 mm Hg pada gangguan ginjal, gagal jantung dan diabetes.
Diet
→ Mengkonsumsi makanan yang menyehatkan
Pengaturan Lipid di dalam tubuh
→ Tujuan Primer: LDL – C < 160 mg/dl jika faktor risiko =< 1. LDL – C < 130 mg/dl jika memiliki => 2 faktor risiko . LDL – C < 100 mg/dl jika memiliki >= 2 faktor risiko dan memiliki riwayat penyakit diabetes.
→ Tujuan Sekunder: Non HDL – C < 190 mg/dl untuk faktor risiko <= 1; Non HDL – C < 1t60 mg/dl untuk faktor risiko <= 2 dan memiliki risiko CHD 10 tahun sebesar <= 20%; Non HDL -C < 130 untuk faktor risiko <= 2 dan menderita diabetes melitus
→ Target terapi: trigliserid > 150 mg/dl; HDL – C < 40 mg/dl pada pria dan < 50 mg/dl pada wanita.
Aktivitas Fisik
→ Aktivitas Fisik: Aktivitas fisik minimal 30 menit atau aktivitas fisik dengan intensitas sedang setiap hari dalam 1 minggu.
Pengaturan Berat Badan
→ BMI 18,5 – 24,9 kg/m2; Lingkar pinggang <= 40 inci pada pria, dan <= 35 inci pada wanita
Pengelolaan Diabetes
→ Kadar gula darah puasa < 110 mg/dl dan HbA1c < 7%

Obesitas

     Obesitas merupakan masalah kesehatan utama di beberapa negara maju maupun negara berkembang. Prevalensi obesitas di dunia terus mengalami peningkatan secara drastis dari 9,4% pada National Health and Nutrition Examination Survey (NHANES) I pada tahun 1971-1974. Angka tersebut terus mengalami peningkatan menjadi 14,5% pada periode II (1976-1980), 22,5% pada periode III (1988-1994), serta 30% pada survey tahun 1999-2000. Indonesia, juga merupakan salah satu negara yang tidak mampu lepas dari masalah obesitas. Data dari Basic Health National Survey pada 2007, prevalensi obesitas pada orang dewasa di Sulawesi Utara mencapai 33,2%, DKI Jakarta 26,9%, sedangkan Gorontalo mencapai 26,9%. Menurut WHO, lebih dari 1,4 miliar orang dewasa memiliki berat badan berlebih dan 2,8 juta orang dewasa meninggal setiap tahun karena obesitas yang menyebabkan munculnya beberapa penyakit kronis sepertia diabetes dan penyakit jantung.

olahraga aerobik bermanfaat untuk obesitas      Obesitas merupakan faktor resiko mayor terhadap penyakit kardiovaskular, beberapa jenis kanker, dan diabetes melitup tipe 2. Selain itu, dalam beberapa penelitian diketahui pula bahwa obesitas sentral berasosiasi dengan beberapa gangguan pernapasan antara lain tahanan aliran udara, pola pernapasan, pertukaran gas, mekanika pernapasan, dan akhirnya mengakibatkan keabnormalitasan fungsi paru.
     Secara umum, olahraga aerobik merupakan jenis olahraga yang tepat untuk menurunkan berat badan pada penderita obesitas. Aerobik merupakan sebuah sistem metabolisme dalam tubuh, dimana dalam menghasilkan energi (ATP) menggunakan reaksi dengan bantuan oksigen. Latihan aerobik harus memperhatikan tiga hal yaitu intensitas latihan, durasi, dan frekuensi latihan.


Sumber :
Ika Ristianingrum, dkk. (2010). Hubungnan antara Indeks Tubuh (IMT) dengan Tes Fungsi Paru. Mandala of Health. Volume 4. Nomor 2.

Latihan Olahraga Efektif Untuk Pasien Transplantasi Jantung

Menurut SingHealth, transplantasi jantung adalah penggantian jantung berpenyakit atau rusak dengan yang sehat dari donor yang mati otak tetapi tetap hidup dengan mesin.

Menurut penelitian baru, latihan dengan intensitas tinggi efektif untuk pasien transplantasi jantung jangka panjang. Sebuah tim peneliti di University of Copenhagen melakukan penelitian yang diterbitkan dalam American Journal of Transplantation yang menyoroti dimana pasien yang telah mejalani transplantasi jantung dapat mencapai tingkatan kapasitas latihan yang lebih tinggi dari pada yang mereka pikir sebelumnya.
Mereka merekrut 16 yang telah menjalani transplantasi jantung stabil yang telah hidup dengan jantung baru selama lebih dari satu tahun. Mereka diberikan 12 minggu latihan interval intensitas tinggi. Hasilnya, latihan interval intensitas tinggi dapat membantu orang untuk lebih mengontrol tekanan darah mereka.
Orang coba mengalami peningkatan VO2max sebesar 17% , tekanan sistolik menurun, dan kemampuan pemulihan jantung meningkat.

Penelitian ini menyoroti pentingnya olahraga teratur bagi orang - orang yang telah menjalani prosedur transplantasi jantung. Meskipun banyak kosep umum mengenai bahaya latihan untuk penerima prosedur transplantasi jantung, namun penelitian ini menepis semua anggapan tersebut. Olaharaga disini selain bermanfaat bagi fisiologis tubuh, juga bermanfaat memastikan para penerima prosedur transplantasi jantung dapat hidup dengan kondisi selayaknya manusia pada umumnya.

Olahraga dapat Menurunkan Resiko Diabetes Melitus

Penyakit diabetes melitus biasa dikenal secara umum dengan istilah kencing manis, yang biasa menyerang orang tua. Diabetes melitus adalah suatu kumpulan gejala yang timbul pada seseorang yang disebabkan oleh karena adanya peningkatan kadar gula atau glukosa darah akibat kekurangan insulin baik absolut maupun relatif (Soegondo, 2002).
Insulin adalah hormon alami yang dikeluarkan oleh organ pankreas. Insulin dibutuhkan oleh sel tubuh intuk mengubah dan menggunakan glukosa darah (gula darah) untuk membuat energi yang dibutuhkan untuk menjalankan fungsi sel.

Terdapat 3 macam penyakit dabetes melitus, yaitu :1). Penyakit diabetes tipe I, disebabkan karena kekurangan insulin dalam darah akibat kerusakan sel beta pankreas. Sebagian besar penderita diabetes tipe ini berat badanya normal atau cenderung kurus. Diabetes tipe ini biasannya terhadi pada usia muda dan membutuhkan insulin seumur hidup; 2). Penyakit diabetes tipe II, disebabkan karena insulin tidak dapat bekerja secara optimal. Akibatnya, glukosa dalam darah tetap tinggi. Penderita diabetes tipe ini cenderung mengalami obesitas dan terjadi pada usia yang relatif muda; 3). Penyakit diabetes gestasional merupakan penyakit diabetes yang timbul akibat kehamilan. Kehamilan menyebabkan reseptor insulin tidak berfungsi sebagaimana menstinya sehingga kadar gula darah cederung naik.
Olahraga yang teratur dapat menyembuhkan diabetes melitus tipe II. Olahraga dengan tertentu dapat membakar lemak dalam darah. Berkurangnya kadar lemak darah akan meningkatkan kepekaan tubuh terhadap insulin dan akhirnya gula darah akan semakin menurun.
Diabetes Prevention Program, mempublikasikan hasil penelitiannya yang menunjukkan bahwa dengan berjalan kaki selama 30 menit sebanyak 5 kali seminggu yang disertai dengan pengaturan porsi makan, dapat mengurangi resiko diabetes hingga 50% pada partisipan yang keleihan berat badan dan memiliki kadar gula darah tinggi (Gichara, 2009). Bagi penderita diabetes melitus, sebelum dan sesudah sebaknya dilakukan pengecekkan kadar gula darah. Jika kadar gula darah rendah (<100 mg/ml), terlebih dahulu harus menambah asupan makanan 15 - 30 gram karbohidrat. Jika kadar gula darah terlalu tinggi (>200 mg/ml) sebaiknya tidak melakukan jalan kaki terlebih dahulu, hingga kadar gula dalam darah menurun. Program latihan dianjurkan dilakukan 1 - 2 jam setelah makan.

Tambahan Energi Masa Kehamilan dan Laktasi

Ibu hamil membutuhkan energi lebih selama kehamilan, dimana tambahan energi tersebut berbeda pada setiap trisemester kehamilan. Tambahan kebutuhan energi akan semakin besar pada setiap trisemesternya.
  1. Trisemester I --> Tambahan energi sebesar 180 kkal/hari
  2. Trisemester II --> Tambahan energi sebesar 300 kkal/hari 
  3. Trisemester III --> Tambahan energi sebesar 3000 kkal/hari
Tambahan energi selama kehamilan diperlukan untuk pertumbuhan janin , plasenta dan jaringan tambahan lainnya.

Setelah berakhirnya masa kehamilan, seorang ibu dihadapkan kembali kedalam masa yang sangat penting, yakni masa laktasi. Selama laktasi diperlukan tambahan energi untuk memproduksi ASI, memelihara kesehatan ibu paska melahirkan dan sebagai sumber energi yang tersimpan di dalam ASI untuk kebutuhan energi bayi. Sebagian besar energi pada bayi diperoleh dari ASI, sekitar 80% energi pada bayi disediakan oleh ASI.
Tambahan keperluan energi pada masa laktasi adalah sebagai berikut :
  1. 6 Bulan Pertama : 500 kkal/hari
  2. 6 Bulan Kedua : 550 kkal/hari
  3. Tahun kedua : 400 kkal/hari.

Latihan Meringankan Osteoarthritis

Osteoarthitis pada panggul merupakan salah satu penyakit degeneratif yang sangat sering terjadi. Tercatat satu dari sepuluh orang usia lanjut menderita penyakit ini. Akibatnya, mobilitas sendi semakin terbatas dan rasa sakit akibat peradangan semakin terasa sehingga menyebabkan keterbatasan gerak dan penurunan fungsi. Sampai artikel ini diterbitkan, belum terdapat obat khusus yang dapat secara signifikan menyembuhkan osteoarthritis. Obat yang diberikan hanya obat anti radang untuk menghindari arthritis semakin bertambah parah.

Penelitian terbaru membuktikan bahwa latihan terprogram yang difokuskan pada peningkatan kekuatan sendi, pengembalian kualitas struktural tubuh, koordinasi dan latihan peningkatan kualitas gerak, menunjukkan progres pada osteoarthritis.
Penelitian dilakukan dengan memberikan latihan olahraga selama 12 minggu dengan satu kelas kelompok satu kali dalam seminggu dan dilanjutkan dengan kelas individu dirumah 2 kali dalam seminggu.
Hasilnya, setelah diberikan terapi pasien merasakan penurunan tanda - tanda osteoarthritis seperti nyeri pada pagi hari, dan merasakan kuaitas gerakan pada sendi meningkat secara signifikan. 


Tai Chi Untuk Pengobatan I

Arthiritis
Dalam pertemuan American College of Rheumatology di Tufts University, pada bulan Oktober 2008, dilaporkan sebuah penelitian dimana satu jam melakukan Tai Chi dengan intensitas dua kali seminggu selama 12 minggu terbukti mengurangi rasa sakit, meningkatkan suasana hati dan fisik pada penderita Osteoporosis parah pada lutut.
Kedua, studi yang dilakukan di Korea pada bulan Desember 2008 yang dipublikasikan dalam Jurnal Evidence-based Complementary and Alternative Medicine, dihasilkan kesimpulan bahwa melakukan atau mengikuti kelas Tai Chi selama delapan minggu dan juga melakukan praktek Tai Chi di rumah, secara signifikan dapat meningkatkan fleksibilitas dan memperlambat proses penyakit pada pasien dengan Ankylosing Spondylitis (suatu bentuk peradangan kronis dari tulang belakang dan sendi - sendi tulang sacroiliaca.

Penelitian pada tahun 2001 oleh American College od Rheumatology menyimpulkan bahwa orang pada usia lanjut yang mengikuti rutinitas kelas Tai Chi mengalami lebih sedikit rasa nyeri (terutama pada bagian tulang belakang)  dan hambatan pada saat melakukan aktivitas sehari - hari. Penelitian ini diperkuat oleh Penelitian Soonchunhyang University yang melakukan penelitian terhadap penderita arthritis selama 12 minggu diberikan latihan Tai Chi. Hasilnya, orang coba menunjukkan peningkatan pada kekuatan otot abdominal dan kualitas keseimbangan yang meningkat.

Low Bone Density
Sebuah tinjauan dari enam studi terkontrol  oleh Dr. Wayne dan peneliti lain dari Harvard menunjukkan bahwa Tai Chi dapat menjadi sebuah cara yang aman dan efektif untuk mempertahankan kepadatan tulang pada wanita pasca menopause.

Breast Cancer
Penelitian tahun 2008 di University of Rochester menjelaskan bahwa kualitas hidup dan kapasitas fungsional (termasuk kapasitas aerobik, kekautan otot dan fleksibilitas) meningkat pada wanita dengan kenker payudara yang melakukan 12 minggu Tai Chi, sementara itu, penurunan justru tercatat pada kelompok kontrol yang hanya diberiakan terapi suportif.
 

Manfaat Tai Chi

Tai Chi adalah sebuah bentuk seni bela diri dan senam kesehatan aliran halus dari negeri China. Tai Chi merupakan sebuah latihan yang menekankan pada gerakan yang tepat, pernapasan dan kesadaran. Menurut Artikel dari National Geographic Indonesia Tai Chi dikenal sebagai seni bela diri yang memberikan banyak manfaat bagi kesehatan. Gerakan yang perlahan dan berisiko rendah menjadikan Tai Chi sebagai latihan yang ideal bagi orang yang berusia lanjut ataupun mereka yang kesulitan secara fisik.

Seiring berkembangnya jaman, senam Tai Chi kemudian berkembang menjadi bentuk latihan yang digemari, karena memiliki manfaat terhadap kesehatan yang sangat signifikan dan dengan latihan yang tekun dan mendalam, dapat digunakan untuk teknik bela diri.

Tai Chi memberikan manfaat yang signifikan dalam beberapa aspek kebugaran jasmani. Konsep dari Tai Chi yang meningkatkan aliran energi (Qi) diyakini mampu membuka blokir - blokir dan mendorong aliran - aliran energi ke seluruh organ tubuh sehingga mampu meningkatkan kualitas organ tubuh.

1. Manfaat Tai Chi Terhadap Kekuatan Otot
Dalam sebuah penilitian oleh Alternative Therapies in Health and Medicine, Stanford University pada 2006 yang melibatkan 39 wanita dengan rata - rata usia 66 tahun yang memiliki tingkat kebugaran di bawah rata - rata. Orang coba diberikan latihan Tai Chi selama 12 minggu. Hasilnya, orang coba memperlihatkan peningkatan kekuatan pada otot bagian extremitas inferior (anggota gerak bawah) diukur dengan berapa banyak mereka dapat berdiri dari kursi saat mereka duduk dalam waktu 30 detik. Orang coba juga memperlihatkan peningkatan pada otot bagian extremitas superior diukur dengan kemampuan mereka melakukan "Arm Curl".
Pada penelitian yang dilakukan di Jepang dengan alat ukur yang sama, diperoleh hasil bahwa seseorang yang mengikuti program latihan Tai Chi mengalami peningkatan kekuatan otot pada extremitas superior sebesar 25% dan 30% peningkatan kekuatan otot pada extremitas inferior.

2. Manfaat Tai Chi Terhadap Keseimbangan
Menurut beberapa penelitian, Tai Chi dapat membantu seseorang dari Proprioception (menurunnya kemampuan seseorang untuk merasakan posisi tubuh). Tai Chi membantu melatih neuron sensorik pada telinga dan meregangkan bagian reseptor pada otot dan ligament. 

3. Manfaat Tai Chi Terhadap Fleksibilitas
Dikutip oleh http://www.health.harvard.edu, pada penelitian tahun 2006 menghasilkan kesimpulan, bahwa latihan Tai Chi terbukti meningkatkan fleksibilitas pada extremitas superior dan inerior sama halnya dengan kakuatan otot. 

4. Manfaat Lain
Berlatih Tai Chi  membawa lebih banyak darah yang mengandung oksigen mengalir memasuki cerebral cortex (bagian otak yang merupakan pusat - pusat sensor, pusat syaraf motorik, pusat bicara, penciuman,dll) serta ke Medulla Oblongata (bagian otak yang merupakan pusat syaraf otonom), sebagai hasilnya fungsi otak akan terlatih dan terpacu secara terus - menerus melalui latihan Tai Chi.

Muscular Dystrophy

Muscular Dystrophy merupakan sekumpulan penyakit genetik yang mengakibatkan kondisi otot rentan terhadap kerusakan. Otot menjadi lebih lemah dan memiliki luas penampang yang lebih kecil.
Terdapat beberapa gen yang berperan dalam produksi protein untuk mencegah terjadinya kerusakan pada sel dan jaringan (otot). Muscular Dystrophy merupakan kecacatan pada gen yang memproduksi protein tersebut sehingga sel dan jaringan pada otot mudah sekali rusak. Kerusakan gen umumnya terjadi akibat mutasi dari sel telur sang ibu pada saat pertumbuhan embrio.

Terdapat beberapa jenis Muscular Dystrophy, tanda umum biasanya dimulai sejak masa kanak - kanak (terutama pada pria). 
  • Duchenne Muscular Dystrophy : Merupakan jenis Muscular Dystrophy yang paling sering dialami terutama olah pria. Gejala penyakit muncul pada saat anak pertama kali mampu berjalan. Berikut merupakan beberapa gejala Duchenne Muscular Dystrophy 
    • Sering terjatuh pada saat berjalan ataupun berdiri.
    • Kesulitan saat ingin berdiri baik dari posisi duduk maupun tidur.
    • Kesultan dalam melompat dan berlari.
  • Myotonic : Merupakan salah satu jenis Muscular Dystrophy yang disertai dengan ketidak mampuan merelaksasikan otot. Biasanya otot pertama yang tidak dapat direlaksasikan adalah otot - otot pada bagian wajah. 
  • Limb - Girdle : Merupakan salah satu jenis Muscular Dystrophy yang menyerang otot - otot pada bagian panggul dan bahu. Gejalanya, penderita menjadi kesulitan untuk mengangkat bagian depan kaki. Gejala Muscular Dystrophy jenis ini biasanya terjadi pada awal masa remaja. 
Muscular Dystrophy merupakan jenis penyakit yang tidak bisa dianggap remeh. Terdapat beberapa kasus Muscular Dystrophy yang mengancam keberlangsungan hidup manusia. Jenis yang mengancam tersebut antara lain jenis Muscular Dystrophy yang berhubungan dengan kerusakan pada otot yang memiliki kepentingan untuk pernapasan. Seseorang pengidap Duchenne Muscular Dystrophy yang menjalar pada otot bagian pernapasan umumnya meninggal akibat kegagalan sistem pernapasan pada usia di bawah 40 tahun. 

Penanganan terhadap pasien penderita Muscular Dystrophy dapat dilakukan dengan memberikan beberapa model latihan olahraga yang bertujuan untuk menjaga Range of Movement (ROM) setinggi mungkin. Dengan tingginya ROM penderita, pemberian latihan tahap lanjut yang bertujuan untuk meningkatkan kekuatan maupun kelentukan otot dan persendian dapat diberikan tanpa kawatir akan menimbulkan cedera.
Pemberian bantuan seperti ; tongkat, AFO, atau Tapping dapat diberikan untuk memberikan topangan pada bagian otot yang mengalami kelemahan dan juga dapat mengelola kelentukan dan kekuatan otot sehingga menghambat proses contracture.
Bagi Muscular Dystrophy yang menyerang otot - otot pendukung sistem pernapasan, pemberian Sleep Apnea Machine sangat dianjurkan untuk mengelola aliran oksigen yang masuk ke dalam jantung.

Manfaat Latihan Terhadap "Low Back Pain"

Low Back Pain merupakan penyakit ke dua yang paling sering di jumpai di Amerika setelah sakit kepala. Setiap tahunnya, sekitar 50 miliar dollar (total) telah dikeluarkan untuk mengatasi penyakit ini, baik untuk treatment terapi, pengobatan, hingga operasi.

Low Back Pain (LBP) merupakan perasaan nyeri yang timbul pada bagian tulang belakang. Terdapat beberap jenis penyebab yang mampu menimbulkan nyeri pada tulang belakang, antara lain :
Bulging Disc : Dimana piringan Intervertebral mendapatkan tekanan yang berakumuluasi sehingga menyebabkan penekanan pada bagian yang terdapat pusat saraf. Sehingga tekanan pada pusat syaraf memicu munculnya nyeri. Penelitian menyebutkan bahwasannya penyebab Low Back Pain jenis ini banyak terjadi pada bagian lumbar dan spinal.
Spinal Degeneration  Merupakan kerusakan spinal diakibatkan karena usia. Biasanya spinal mengalami pengeroposan sehingga menyebabkan penenkanan pada syaraf yang ada di dalam spinal.


Latihan merupakan cara paling tepat dan cepat yang dapat digunakan untuk recovery dari penyakit Low Back Pain. Metode latihan diberikan dengan peningkatan kekuatan pada otot - otot disekitar tulang belakang dan bagian perut.
Sebuah program yang berisi rutinitas latihan akan diberikan untuk program pengelolaan tulang belakang. Program tersebut berisi latihan peregangan, berenang,berjalan, dan terapi dengan metode permainan yang bertujuan untuj meningkatkan koordinasi dan pengembangan postur tubuh yang sesuai pada pasien.

Selain untuk rehabilitasi nyeri punggung, latihan juga dapat dimanfaatkan untuk mengelola kondisi punggung agar penyakit seperti Low Back Pain tidak muncul kembali. Latihan untuk mengelola kondisi punggung berisi latihan low Impact sepert berjalan cepat,  berenang, Bersepeda stasioner 30 menit setiap hari. Yoga juga merupakan jenis latihan yang dapt digunakan untuk menguatkan batang tubuh dan secara bersamaan mengelola postur tubuh secara baik.

Berikut beberapa tips untuk menjaga punggung anda :
  1. Upayakan selalu melakukan penguluran sebelum latihan atau aktivitas berat lainnya. 
  2. Kurangi posisi membungkuk baik pada saat berdiri maupun duduk
  3. Berhenti merokok. merokok mengurangi aliran darah menuju spinal. sehingga meningkatkan resiko degenerasi pada spinal. 
  4. Jika pekerjaan anda mengharuskan anda duduk dalam waktu yang lama, sesekali sempatkan untuk sekedar berdiri, mengubah posisi atau melakukan peregangan pada tulang belakang.  

Durasi Latihan Menentukan Kualitas Fisik dan Psikis

Sebuah penelitian dilaksanakan kepada 1.200 responden selama periode 2009 - 2010. Responden merupakan remaja dengan kisaran usia 16 - 20 tahun. Penelitian ditujukan untuk mengetahui seberapa banyak mereka melakukan latihan dalam seminggu yang memberikan dampak baik bagi fisik dan psikis.


 Metode pengukuran kualitas mental dan fisik, menggunakan metode pengukuran dari WHO dengan menggunakan skala 0 - 25 dimana skala dibawah 13 berarti "buruk".





 
Durasi latihan responden dibagi kedalam empat kelompok, yakni :
  1. Rendah : 0-3.5. jam/minggu
  2. Sedang : 3.6-10.5 jam/minggu
  3. Tinggi : 10.6-17.5 jam/minggu
  4. Sangat Tinggi : 17.5 lebih
Dari 1.200 responden, diperoleh daftar durasi latihan sebagai berikut :
  1. Rendah : 35%
  2. Sedang : 41.5%
  3. Tinggi : 18.5%
  4. Sangat Tinggi : 5%
Hasilnya, kelompok responden yang masuk kategori durasi latihan rendah dan sangat tinggi memiliki resiko dua kali lebih tinggi dari biasanya untuk mendapatkan score dibawah 13. Disamping itu, responden dalam durasi latihan tinggi, 50% mendapatkan score di bawah 13.

Dari data diatas dapat ditarik kesimpulan, bahwa durasi latihan yang dianjurkan bagi anak usia 16 - 20 tahun adalah 14 - 17.5 jam.minggu.

8 Prinsip Program Olahraga

Rancangan program olaharaga harus mengikuti prinsip latihan yang telah diungkapkan oleh beberapa ahli, demi memaksimalkan manfaat latihan dan tidak memberikan dampak negtif baik dari segi fisik dan psikis. Prinsip - prinsip program latihan tersebut adalah sebagai berikut :


  1. Prinsip Beban Berlebih (Overload) : Dengan beban berlebih, akan memaksa otot untuk berkontraksi secara maksimal, sehingga merangsang adaptasi fisiologis yang akan mengembangkan daya tahan dan kekuatan. Dengan pemulihan yang baik, tubuh akan kembali pada posisi kebugaran yang lebih tinggi dari pada sebelum latihan. 
  2. Prinsip Tahana Prograsif : Setiap program latihan kebugaran atau kondisioning akan sangat efektif apabila secara rutin latihan bertambah berat untuk setiap minggu atau dua minggu. Prinsip ini didasarkan pada kenyataan bahwa tubuh akan selalu beradaptasi dengan keadaan atau stres yang baru (Hairy,1989). 
  3. Prinsip Susunan Latihan : Kelompok otot yang lebih besar harus dilatih sebelum kelompok otot yang lebih kecil. Otot yang lebih kecil cenderung lebih cepat lelah, sehingga untuk mejamin terjadinya beban berlebih pada otot besar, otot tersebut harus dilatih terlebih dahulu. Menurut Fox (1984), untuk menjamin waktu pemulihan, tidak boleh ada latihan berurutan yang melibatkan kelompok otot yang sama. 
  4. Prinsip Spesifitas : Beban latihan harus diberikan berdasarkan tujuan latihan. Menurut Teori "Spesific Adaptation to Improve Demand" dari O'Shea mengatakan bahwa tubuh hanya beradaptasi secara khusus terhadap beban yang diberikan. 
  5. Prinsip Latihan Beraturan : Program latihan harus disusun secara beraturan. Kapan intensitas latihan ditingkatkan, kapan diturunkan, dan kapan memberikan jeda waktu istiraha. Hal itu ditujukan agar atlet tidak mengalam Overtraining
  6. Prinsip Kembali Asal : Efek latihan akan hilang jika latihan tidak teratur atau bahkan berhenti. Daya tahan aerobik akan menurun setelah satu minggu tidak latihan, sedangkan kekuatan otot akan menurun setelah satu bulan tidak latihan. 
  7. Prinsip Individualitas : Pada dasarnya beban latihan harus diberikan sesuai dengan kemampuan dan keterbatasan seseorang. Dengan demikian, melakukan pemeriksaan dan pengukuran awal merupakan hal yang mutlak. 
  8. Prinsip Beragam : Program latihan harus memiliki keragaman yang tinggi, baik dari segi bentuk latihan, metode latihan, maupun suasana latihan. Hal ini untuk menghindari kebosanan pada saat latihan. 

Piriformis Sindrom

Piriformis sindrome adalah sebuah patofisiologi dimana otot piriformis menyebabkan iritasi pada sciatic nerve  atau saraf ischiadicus, sehingga menimbulkan nyeri pada daerah gluteus dan menjalar sepanjang sciatic nerve.

Otot piriformis merupakan otot yang kecil yang berbentuk segitiga yang mejalar melalui SIPS, coccygeal, serta trochanter mayor dan berada di bawah otot gluteus yang fungsinya sebagai eksternal rotasi, abduksi dan membantu rotasi pada hip joint.

Sciatin nerve merupakan saraf ischiadius yang berjalan sangat dekat dengan otot piriformis dan bahkan pada 15-30% dari populasi syaraf ischiadius melalui otot piriformis, sehingga jika otot piriformis mengalami ketegangan maka otot piriformis tersebut akan mengiritasi syaraf ischiadius dan menyebabkan nyeri yang menyebar di bawah kaki.

Faktor - faktor yang menyebabkan piriformis antara lain seringnya menempatkan dompet pada bagian belakang saku atau sering duduk ditempat yang keras sehingga menyebabkan inflamasi pada syaraf ischiadius. selain itu, adanya patologi pada lumbal yang dapat menyebabkan hipomobilitas pada sacroiliaca joint sehingga jaringan lunak yang ada di antara sacroiliaca joint yang menurunkan sirkulasi pada syaraf ischiadius.

pada hip joint dengan deformitas coxavara dan eksternal rotasi hip yang juga termasuk faktor terjadinya pemendekan atau ketegangan otot piriformis yang akan menyebabkan penekanan pada syaraf ischiadius. Semua faktor di atar menyebabkan otot piriformis mengalami permasalahan yakni pemendekan badan otot yang menyebabkan memendeknya jaringan kolagen dan pengurangan jaringan sarkomer otot sehingga akan mengakibatkan vasokontriksi pembuluh darah sehingga nutrisi dan oksigen yang menuju otot berkurang sehingga timbul nyeri pada daerah tersebut.

Banyak upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi derita sindrom ini, antara lain dengan menggunakan manual terapi seperti soft tissue massage, contrac relax stretching, atau menggunakan terapi latihan. Beberapa geraka penguluran pada otot, piriformis, hamstring dan otot ekstensor dapat mengurangi rasa sakit pada sindrom ini. Berikut beberapa gerakan stretching yang dapat dilakukan.

Piriformis Stretch
Hasmtring Stretch

Latihan Dinamis Kardiovakuler

latihan dinamis seperti berlari, jalan, renang, dan bersepeda akan merangsang kontraksi kelompok otot - otot besar sehingga mengakibtkan respon/perubahan akut yang besar pada sistem kardiiovakuler yaitu sangat meningkatnya cardiac output -- jumlah darah yang dipompa oleh jantung selama satu menit -- , heart rate -- rerata jumlah denyut jantung selama satu menit --, dan tekanan darah sistolik, dan sedikit peningkatan pada tekanan rata - rata arteri dan tekanan darah diastolik. Respon akibat latihan dinamis ini akan merangsang pusat otak, dan apabila latihan diteruskan akan memerikan signal mekanisme umpan balik pada kardiovaskuler center di batang otak, sehingga menimbulkan perubahan - perubahan - perubahan berupa penurunan tahanan vaskuler, untuk mengimbangi peningkatan perfusi otot, dan peningkatan cardiac output untuk meningkatkan ambilan oksigen, yang pada akhirnya akan meningkatkan tekanan arteri rata - rata.


Minuman Berenergi Menyebabkan Insomnia dan Kepanikan Bertanding

Oleh : Wimpi Pardede
Mahasiswa Jurusan Pendidikan Kesehatan dan Rekreasi FIK UNY

Sebuah studi dilakukan untuk menganalisa dampak positif dan negatif dari minuman berenergi. Studi dilakukan oleh para ahli dari Camilo Jose Cela university (UCJC) dengan melibatkan atlet - atlet elit dari berbagai cabang olahraga antara lain sepak bola, panjat dinding, renang, bola basket, bolavoli, rugbi, hoki, dan tenis yang sama - sama diberikan 3 kaleng minuman berenergi sebelum tes. Atlet diukur dengan GPS untuk mengukur jarak dan kecepatan yang dapat diraih untuk olahraga yang bersifat tim. Selain itu, tes diberikan dengan dynamometer dan petentiometer untuk mengukur kekuatan otot. Hasilnya, secara keseluruhan atlet mengalami peningkatan performa fisik sebesar 3% - 7%.



Sebagian besar minuman berenergi mengandung mengandung karbohidrat, kafein, taurin dan vitamin B. Minuman berenergi biasanya menganding kadar kefein antara 80 - 141 mg per 8 ouns. Di dalam tubuh kafein diserap oleh lambung, dimetabolisme dalam hati dan dibuang melalui urine selama 2 - 10 jam. Dilansir deitk.com, kafein memiliki beberapa manfaat yang biak bagi tubuh, antara lain memperbaiki sirkulasi darah. Dalam olahraga, sirkulasi darah merupakan hal yang sangat penting. Peningkatan kebutuhan oksigen pada saat kita melaksanakan olahraga membutuhkan sirkulasi darah yang membawa oksigen dengan cepat.
Kafein juga membuat otot lebih bertenaga yang bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan otot bagi atlet yang intensitas latihannya tinggi.

Kafein memang memiliki banyak manfaat bagi tubuh ditinjau dari segi performa fisik. Namun, dari segi psikis, kafein dipercaya akan mengakibatkan insomnia dan kegelisahan pada saat menjelang pertandingan untuk atlet. Selain itu, sebuah penelitian mengahsilkan bahwasannya kafein dan latihan olahraga tidak bisa digabungkan. Kafein justru akan meningkatkan tekanan darah yang akan berbahaya untuk atlet yang sedang dalam fase olahraga dengan intensitas yang tinggi.

Tidak seperti namanya, minuman berenergi justru tidak mengandung kalori yang tinggi dari karbohidrat. Minuman berenergi umum kandungan kalorinya setara dengan softdrink biasa yakni 40 Kcal/100 ml.

Jadi,mengkonsumsi minuman berenergi dalam jumlah yang banyak sangat tidak dianjurkan. Pemilihan jenis suplemen yang alami jauh lebih dianjurkan dengan memperhatika aturan pemakaian.

High Density Lipoprotein (Kolesterol Baik)

High Density Lipoprotein (HDL) merupakan jenis kolesterol yang baik bagi tubuh, kenapa baik? karena kolesterol jenis ini memiliki kandungan lipoprotein yang tinggi yang mengelilingi inti kolesterol. Kolesterol baik ini bermanfaat untuk meningkatkan stabilitas pada setiap sel. Bahkan beberapa ahli berpendapat bahwa kolesterol jenis ini sangat bermanfaat untuk mencegah penyakit jantung. Selain kedua fungsi utama tersebut, HDL memiliki manfaat antara lain :
  • Kandungan HDL yang tinggi mampu mengurangi bahkan menghilangkan kandungan LCL (Kolesterol Jahat) di dalam tubuh dengan cara merisentesa LDL dengan jalan mengarahkan LDL menuju hati. 
  • HDL bermanfaat menjaga kehidupan di endothelium pembuluh darah yang bermanfaat untuk mencegah atherosclerosis. 
Segala sesuatu yang berlebihan justru tidak baik bagi tubuh, begitu pula dengan HDL, kandungan aman HDL dalam tubuh berkisar 60 mg/dL. Jika kandungan HDL dalam tubuh hanya mencapai 40 mg/dL, itu berarti konsentrasi HDL dalam tubuh perlu ditingkatkan hingga batas normal.
Jika kondisi HDL ada dibawah rata - rata normal, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengembalikan ke batas normal, antara lain :

  • Latihan : Latihan aerobik dengan durasi 30 sampai 60 menit 4 kali seminggu mampu meningkatkan kadar HDL dalam tubuh. 
  • Berhenti Merokok : Tembakau yang ada di dalam rokok berdampak menurunkan konsentrasi HDL. 
  • Menjaga Berat Badan : Menjaga berat badan mampu mengelola kandungan HDL dalam tubuh agar tetap baik, selain itu menjaga berat badan juga bermanfaat untuk menjauhkan dari penyakit jantung. 


Anorexia Nervosa

Anorexia Nervosa adalah perilaku seseorang yang berhubungan dengan :
  1. Menolak mempertahankan berat badan minimal. 
  2. Sangat takut terhadap kegemukan meskipun berat badannya sudah kurang. 
  3. Mengeluh merasa gemuk meskipun sebenarnya sudah sangat kurus atau merasa bahwa suatu bagian tubuhnya terlihat gemuk. 
Anorexia Nervosa lebih banyak diderita pada wanita (95%), remaja hingga usia 30 tahun., dan ada kecenderungan disebabkan oleh pola makan keluarga yang sering mengalami stress.
Tanda - tanda Anorexia Nervosa antara lain :
  1. Menggolong - golongkan makanan ang baik dan makanan yang dianggap jelek bagi tubuhnya. 
  2. Menghindari pertemuan yang menyediakan makanan. 
  3. Pikiran selalu tertuju pada masalah makanan, kalori dan berat badan. 
  4. Berat badan menurun drastis. 
  5. Berlatih keras dan tidak mengenal lelah. 
  6. Tiba - tiba berniat tidak makan daging warna merah. 
  7. Takut gemuk. 
  8. Tidak datang bulan (wanita), biasanya selama tiga bulan berturut - turut. 
  9. Rambut rontok. 
  10. Denyut nadi lambat dan lemah. 
  11. Sensitif pada suhu dingin. 
  12. Gugup saat makan. 
  13. Mudah menangis. 
  14. Memotong makanan menjadi kecil - kecil dan memainkanya. 
  15. Memakai baju berlapis - lapis. 
Dibutuhkan beberapa langkah untuk merehabilitasi pasien yang menderit Anorexia Nervosa. Penanganan dari dokter, ahli psikologi, dan ahli gizi mutlak dibutuhkan untuk menghindari kemungkinan - kemungkinan yang tidak diinginkan. Penanganan pasien ini pertama - tama harus dipulihkan terlebih dahulu berat badan tubuhnya ke berat badan ideal. Tujuannya adalah menghindarkan pasien dari kerusakan jaringan dan organ akkbat kekurangan/salah nutrisi. Selanjutnya, dengan bantuan ahli psikologi pasien dikembalikan mengenai anggapan mereka terhadap berat badan dan makanan. 

Aerobik Menjaga Kesehatan Otak

Hippocampus merupakan salah satu area dari otak yang berperan dalam memory verbal dan pembelajaran. Namun Hipppocampus sangat rentan terhadap penuaan dan kerusakan neurological.

Sebuah teori muncul, yang menyipulkan bahwa latihan aerobic pada wanita dapat meningkatkan luas area dari Hippocampus.

Wanita dengan usia 70 - 80 tahun, diberikan latihan aerobik dua kali seminggu selama satu jam dalam jangka waktu 6 bulan. Volume Hippocampus mereka diukur pada awal (sebelum) treatmen dan akhir (sesudah) treatmen dengan menggunakan scan MRI dan memori verbal dan pemebelajaran mereka diukur dengan "Validated Test (RAVLT)".

Hasil tes mengatakan, volume Hippocampus kelompok wanita yang diberikan latihan aerobik selama 6 bulan meningkat secara signifikan. Dipercaya, latihan aerobik dapat mengelela bagian otak (Hippocampus). Bukti lain menjelaskan, latihan aerobik reguler (intensitas sedang) baik untuk menjaga kemampuan kognitif dan menjaga kesehatan otak.

Sumber : http://www.sciencedaily.com

Olahraga Untuk Menopause

Saat wanita memasuki masa menopause, produksi hormon esterogen semakin menurun. Esterogen merupakan hormon reproduksi utama pada wanita yang berperan dalam menjaga kestabilan sistem peredaran (darah) pada wanita. Penurunan kadar esterogen dalam tubuh berarti pula peningkatan resiko penyakit "Cardio Vascular" seperti tekanan darah tinggi dan penyakit kardiovaskuler lainnya. Michael Nyberg melalui hasil penelitiannya, menyatakan bahwa wanita dengan kisaran usia menopause memiliki tekanan darah 10% lebih tinggi dibanding wanita pada usia produktif. Selain tekanan darah, wanita pada usia menopause juga memiliki resiko yang tinggi terhadap arteriosklerosis (pengerasan pembuluh darah).

Lalu, bagaimana cara mengatasinya????

Sebuah penelitian membuktikan bahwasannya latihan Floorball (olahraga sejenis dengan Hockey namun dimainkan pada lapangan berlapisan kayu) 2 kali seminggu dalam 12 minggu untuk wanita pada usia menopause, terbukti mampu menurunkan tekanan darah sekitar 4 mmHg, menurunkan resiko penyakit stroke sebesar 40%, dan menurunkan kasus artheriosklerosis pada wanita menopause hingga 20%.

Sumber : http://www.sciencedaily.com